FLP atau Forum Lingkar Pena, mungkin dari namanya, orang-orang langsung membayangkan sebuah organisasi serius dengan wajah para pengurus dan anggota yang seram-seram. benar-benar menggambarkan sebuah organisasi yang dipenuhi makhluk-makhluk "halus" bertitel penulis. Tenang, kalem, dan berwawasan.
BENARKAH?
nah, dulunya, ade oktiviyari yang merupakan anggota FLP yang paling pemalas juga mikir gitu. waktu masuk FLP yang kebayang cuma kesan angker. Rasanya takut masuk ke sarang pemikir jenius. Tapi karena dorongan jiwa untuk mencoba-coba (dalam rangka mencari jati diri, ade pun nekat berangkat ke FLP.
Kesan pertama, orangnya lucu-lucu. Tapi udah pada tua. maklum ,ade yang suka sok imut ini bertandang ke FLP untuk pertama kalinya saat kelas 2 SMA. Sedang anggota FLP yang lain rata-rata sudah bertitel mahasiswa.
Yang kedua kalinya, masih gamang.
Yang ketiga kalinya, kelas 3 MAN. waktu itu baru agak aktif di halaqah dan kajian keislaman. Yang terpikir cuma sedikit; FLP; gak Syar'I banget!
Wah, kalo ada anggota FLP yang baca ini, pasti pada ngamuk-ngamuk. Tapi untung aja blog ade ini termasuk yang jarang pengunjung sih
Lalu waktu semakin berjalan. Ade masih cuek aja ma FLP. sekali-sekali buka milis, ikutan lomba lomba yang diadain FLP, pergi ke event2 besar tiap 6 bulan sekali, dsb. gitu-gitu aja.
Dan akhirnya insyaf juga.
Udah lama gak bertandang ke FLP, kangeen... maka diam-diam ade dan kak liza suka datang di jam-jam gak ada orang (selain hari minggu) untuk ngeliat-ngeliat sekret yang --sebenarnya--mereka cintai. istilahnya nih, cinta dalam hati. cieee...
Rupanya, waktu juga memberi ade banyak pelajaran. ia mulai belajar, syar'i itu gimana sih sebenarnya? benar gak islam itu streng, kaku, keras, dsb, sesuai keyakinannya dulu?
Dan akhirnya diambil kesimpulan. FLP is Fine!!!
Oke, Ade ingin berubah lebih dekat ke FLP.
rupanya, tekad mendapat rintangan, rasa malu. Ade malu banget ke FLP setelah sejuta tahun gak muncul. Tapi setelah menguatkan hati dan tulang (dengan mengkonsumsi susu dan makanan bergizi
) ade pergi juga ke MUSWIL FLP.
Disitu terasa semua aroma yang FLP banget! PErsaudaraan, kekompakan, dan semua cita rasa yang gak akan pernah ada di organisasi lain. Ade pun tersentuh--juga tertohok saat Kak Eki, seorang senior FLP, menyebut-nyebut tentang anggota FLP yang "pemalas".
Dan sejak hari muswil itu, ade pingin banget bilang pada dunia: setelah kebanggaan menjadi seorang muslim, gak ada kebanggaan yang lebih besar daripada menjadi anggota forum lingkar pena (FLP)!!!
SERIUS! SWEAR!!!!